Dipimpin Karo SDM Polda Riau, Polresta Pekanbaru Panen Jagung Pipil Seluas 4 Hektare

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:47:24 WIB

DARIRIAU.ID - Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung, Polresta Pekanbaru melaksanakan Panen Raya Jagung Pipil Kuartal II Tahun 2026 di lahan seluas 4 hektare.

Panen Raya Jagung Pipil tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Riau Kombes Pol Dr Boy Jeckson Situmorang SH SIK MH di Komplek UPT Pelatihan Dinas Pertanian Provinsi Riau Jalan Kaharudin Nasution, Pekanbaru, Selasa (23/6/2026).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakapolresta Pekanbaru AKBP Ronald Sumaja, Kapolsek Bukit Raya Kompol Hendrix Tualang, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau Dedi Yasmono, Bulog, kelompok tani hingga penyuluh pertanian.

Dalam sambutannya, mewakili Kapolresta Pekanbaru, Wakapolresta AKBP Ronald Sumaja mengatakan pihaknya menyampaikan dukungan dan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan bekerja keras dalam program ketahanan pangan nasional.

Ia mengatakan, kegiatan panen raya ini merupakan bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Program panen jagung pipil ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah Kota Pekanbaru. Keberhasilan panen hari ini tidak hanya diukur dari jumlah hasil produksi yang diperoleh, tetapi juga dari semangat kebersamaan, kerja keras, dan komitmen kita dalam memanfaatkan lahan produktif untuk meningkatkan ketersediaan pangan," cakap Ronal.

Melalui program ini, pihaknya berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

Kegiatan panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 juga menjadi bagian dari gerakan nasional penguatan ketahanan pangan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah.

"Polresta Pekanbaru berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pengembangan sektor pertanian. Kami akan terus membangun kemitraan yang kuat dengan kelompok tani dan seluruh stakeholder guna menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kota Pekanbaru," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Riau Kombes Pol Dr Boy Jeckson Situmorang SH SIK MH, dalam sambutannya mengatakan kehadiran Polri dalam program ketahanan pangan hanya sebagai penggerak kementerian atau 
lembaga yang membidangi dan membawahi kegiatan pertanian.

"Jadi jangan dibalik, bukan Polisi nanam jagung tetapi kita menggerakkan dinas dan kementerian terkaitan. Dalam hal ini kita mendorong dan mendukung sepenuhnya Dinas Pertanian Provinsi, kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Riau ini. Polri bisa hadir dan ikut karena kita memiliki jenjang struktural sampai ke tingkat bawah, ke tingkat RT dan RW sehingga kita bisa menggerakkan seluruh komponen yang ada untuk mengakselerasi program-program dan target-target dari Presiden Republik Indonesia, terutama dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yaitu Swasembada Pangan," ujarnya.

Akan tetapi Boy mengingatkan bahwa ada tantangan besar yang dihadapi Indonesia pada tahun ini. Dimana musim kemarau El Nino yang cukup panjang akan berdampak terhadap ketersediaan bahan pangan dalam negeri. "Sehingga ini adalah PR kita bersama, bukan PR-nya Kepolisian Negara Republik Indonesia. Polri hadir di sini sebagai titik lintas dan sebagai penggerak," katanya lagi.

Pada kesempatan itu Boy juga mengatakan bahwa polri sendiri hingga pertengahan tahun 2026 telah mengembangkan lahan jagung seluas 1.512 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Jumlah tersebut akan terus bertambah dan berkembang karena akan menggandeng perusahaan-perusahan perkebunan kelapa sawit yang sedang melakukan replanting melalui metode tumpang sari.

Oleh sebab itu pihaknya mengimbau semua pihak bersatu padu dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, sebab kerja ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.***
 

Terkini